Wow !Ada Seorang Gadis Cantik Melapor ke Polisi, Mengaku di Gerayangi Kepala Sekolahnya


Wow !Ada Seorang Gadis Cantik Melapor ke Polisi, Mengaku di Gerayangi Kepala Sekolahnya.

Sibolga – Gadis-gadis ‘cantik’ siswa salah satu SMP di Pinang Sori, melapor ke polisi, Jumat (12/11) pagi. Mereka mengaku digerayangi oknum Kepala Sekolahnya, berinisial MM. Mereka mendatangi Kepolisian Sektor (Polsek) Pinang Sori, sekitar pukul, 11.00 WIB, dan diterima beberapa penyidik.

Kapolres Tapanuli Tengah (Tapteng) AKBP Dicky Patria Negara SIk yang dikonfirmasi wartawan, Rabu (17/11) siang, membenarkan adanya pengaduan itu, dan sedang dalam proses pemeriksaan intensif kepolisian.

Informasi pelecehan tersebar hingga ke sudut-sudut pelosok Kecamatan Pinang Sori. Beberapa warga yang ditanyai wartawan di lokasi, Rabu (17/11) siang, mengaku mendengar kabar itu.

Mak Sari Simatupang – nama panggilan, yang ditanyai wartawan, di sekitar rumahnya dekat SMP itu mengaku, issu pelecehan itu menjadi perbincangan hangat di Pinang Sori. Semula ia tidak percaya, dan tidak mengindahkannya. Tetapi setelah ada informasi bahwa pelecehan tersebut sudah dilaporkan ke polisi, maka ia kemudian percaya.

Katanya, kabar yang beredar, pelecehan tersebut sudah berulang-ulang, dan beberapa alumni SMP itu sudah ada yang korban. Namun karena pada saat itu tidak ada pengaduan ke polisi, maka kasus pelecehan itu tidak terungkap. Termasuk ke media. “Tetapi dengan pengaduan sekarang, pelecehan itu akhirnya terungkap,” kata Mak Sari.

Senada dengan Mak Sari, beberapa anak gadis yang juga siswa SMP di Pinang Sori, berinisial SH, LS, ST dan MS, yang ditanyai wartawan di tempat terpisah, juga mendengar kabar itu. Bahkan, kata mereka ada sekitar 19-an orang yang diduga korban pelecehan tersebut. Korban disuruh oknum Kepala Sekolah datang ke ruangannya, Kemudian diberi tugas seperti mengetik atau mengerjakan sesuatu. Disaat mengerjakan sesuatu itulah, Kepala Sekolah mengerayangi gadis-gadis ‘cantik’ itu.

Mereka bilang, terungkapnya pelecehan itu, bermula dari adanya korban siswa kelas II yang menangis seusai pulang sekolah. Setelah dibujuk rayu, korban itu kemudian mengaku kalau dia di gerayangi oknum Kepala sekolah. Lantas, orangtua korban mendatangi pihak sekolah, dan melaporkannya ke polisi.

Sementara salah seorang korban, F br M didampingi orangtuanya, ditemui wartawan di rumahnya di Desa Pandorungan, Kelurahan Pinang Baru, Pinang Sori, mengaku pelecehan atas dirinya yang dilakukan oknum Kepala Sekolah, berawal pada, Agustus lalu. Saat itu dirinya, disuruh Kepala sekolah untuk datang ke kantornya dengan membawa kartu keluarga dan KTP orangtua dengan alasan pengurusan agar mendapat bea siswa.

Merasa senang, ia kemudian memberitahukan kepada orangtua, dan orangtua memberikan izin. Namun sesampainya di ruangan Kepala Sekolah, Kepala Sekolah kemudian menyuruhnya untuk mengetik, dan saat itulah ia digerayangi. Semula F br M tidak memberitahukan pelecehan itu pada siapa, karena memang Kepala Sekolah mengancam dirinya. Tetapi karena dengan adanya korban yang lain, mereka kemudian sepakat untuk melaporkannya ke polisi.

Orangtua F br M, meminta pihak kepolisian sesegera mungkin dapat mengungkap kasus itu, karena sudah di luar kemanusiaan, dan menyimpan traumatis yang mendalam bagi anak-anak mereka. “Ini sudah di luar batas kemanusiaan. Guru sebagai contoh tauladan bagi siswanya, berbuat senonoh dan pelecehan..

Kapolres Tapanuli Tengah (Tapteng) AKBP Dicky Patria Negara SIk yang dikonfirmasi wartawan, Rabu (17/11) siang, mengaku saat ini kasusnya sedang dalam proses penyidikan pihak kepolisian. “Kemungkinan prosesnya akan selesai Jumat ini,” kata Kapolres kemudian.

Kapolsek Pinang Sori, AKP Kamdani SAg yang ditanyai wartawan di Kantor Polres, Rabu (17/11) pagi, mengaku para pelapor itu, a.l. IMS (15) siswa kelas III, YP (15) siswa kelas III, M br G (14) siswa kelas II, J br T (13) siswa kelas I dan F br M (13) siswa kelas II. Kapolsek bilang, pemeriksaan dilakukan secara marathon, sebagaimana perintah Kapolres, AKBP Dicky Patria Negara. Soal ancamana hukumannya? Kapolsek bilang, sesuai UU Perlindungan anak.

Sumber: http://nababan.wordpress.com/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s