Tahukah Anda ! Gempa Ganda Penyebab Tsunami Dahsyat Pasifik


Tsunami mematikan di beberapa pulau Pasifik Selatan tahun lalu dipicu dua gempa hebat, temu peneliti. Awalnya tsunami diduga akibat gempa tunggal dengan magnitudo 8,1.

Gempa pada 29 September lalu itu menelan korban tewas 200 orang di Samoa, Samora Amerika dan Tonga.

Dua tim menggunakan teknik penelitian berbeda menyimpulkan bahwa bencana itu hasil dua gempa bumi besar langka yang menghantam dalam beberapa menit satu dengan yang lain.

Gempa terjadi di sepanjang garis patahan terpisah dan pecahan berbeda. Penemuan peneliti itu memecahkan misteri yang telah membingungkan para ilmuwan sejak bencana itu terjadi. Temuan ini diterbitkan dalam jurnal Nature seperti dikutip dari Yahoo.

Ketika dasar laut Pasifik Selatan bergemuruh tahun lalu, para ilmuwan awalnya menyalahkan gempa bumi berkekuatan magnitudo 8,1 yang disebabkan oleh peregangan dan pelenturan pelat tektonik Pasifik.

Namun, gelombang tsunami tidak bisa diprediksi dan gempa susulan tidak mengelompok di sekitar gempa utama.

Menggunakan data GPS dan pengamatan gelombang kedalaman laut, sebuah kelompok yang dipimpin ahli geofisika John Beavan dari badan Ilmu Geologi Selandia Baru menyatakan bahwa tsunami sebenarnya dihasilkan oleh dua gempa kuat, magnitudo 8,1 outer rise dan magnitudo 8 megathrust disebabkan satu pelat saling menindih.

Sementara kelompok Beavan tidak yakin mana yang pertama kali menghantam, tim terpisah dipimpin oleh Thorne Lay dari University of California, Santa Cruz menyimpulkan gempa magnitudo 8,1 mengeluarkan sentakan megathrust.

Biasanya, gempa megathrust memicu sentakan lainnya. Getaran tanah pertama begitu kuat menutupi energi yang dilepaskan gempa kedua.

Gempa kedua tampak jelas pada catatan gempa setelah Anda memeriksanya dengan teliti,” kata Lay.

Para ilmuwan yang tidak terlibat dalam penelitian terbaru ini mengatakan bahwa temuan ini menjelaskan apa yang terjadi di Pasifik Selatan, namun membutuhkan penelitian lebih lanjut.

“Sulit mengatakan bagaimana ciri perilaku ini di kawasan itu,” kata ahli geofisika Paul Earle dari Geological Survey AS.

Hal itu disebabkan jeda waktu yang lama antara gempa bumi dan instrumen modern di mana tidak tersedia untuk gempa besar sebelumnya, katanya.

INILAH.COM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s