Wow ! PNS Remas Payudara 2 Mahasiswi di Transjakarta


PNS Remas Payudara 2 Mahasiswi di Transjakarta, Seorang pegawai negeri sipil (PNS) ditangkap karena mencabuli dua mahasiswi di bus transjakarta, Senin (2/8/2010) tengah hari. PNS itu babak belur akibat dipukuli sejumlah penumpang bus sebelum dibawa ke Mapolrestro Jakarta Pusat.

PNS itu bernama Ded As (35), yang mengaku pegawai Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) di Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Pusat, tidak jauh dari Halte Harmoni. Adapun mahasiswi yang menjadi korban pencabulan adalah DA (20) dan NN (19).

Kapolrestro Jakarta Pusat Kombes Hamidin menceritakan, pencabulan itu terjadi di bus transjakarta Koridor II (Pulogadung-Harmoni). Ded As dan dua mahasiswi itu sama-sama naik dari Halte ITC Cempaka Putih.

“Bus transjakarta sedang padat penumpang. Kedua mahasiswi berdiri di depan pelaku yang duduk di bangku dekat pintu belakang,” kata Hamidin.

Awalnya, Ded As menggerak-gerakkan tubuhnya mengikuti getaran bus yang melaju. Saat bus berhenti di beberapa halte, tangan DA dan NN bergerak hingga mendekati wajah Ded.

Kesempatan itu dimanfaatkan Ded dengan mencium tangan DA dan NN. Kejadian itu, kata Hamidin, dirasa oleh Ded tidak membuat DA dan NN kesal dan marah. Bahkan, Ded merasa diberi kesempatan.

Saat bus transjakarta mendekat ke Halte Harmoni, tanpa diduga Ded mendekati kedua mahasiswi yang mengenakan kaus itu lalu meremas payudara mereka. Keruan saja, DA dan NN kaget dan sontak menjerit sehingga membikin geger penumpang.

Sejumlah penumpang yang marah segera menarik dan memukuli Ded. Pria itu kemudian diamankan petugas keamanan halte dari amukan penumpang lalu dibawa ke Pospol Majapahit di Jalan KH Hasyim Asyari, Jakarta Pusat.

Karena kasusnya terkait pencabulan, Ded dibawa ke Mapolrestro Jakarta Pusat untuk diproses di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak. Dia kini meringkuk di ruang tahanan mapolrestro itu.

“Pelaku adalah PNS di BPKP yang berkantor di kawasan Harmoni. Kami belum mengetahui motif di balik pencabulan itu. Tetapi perbuatannya itu sudah memenuhi syarat untuk dijerat dengan Pasal 281 KUHP,” kata Hamidin.

Sementara itu, DA dan NN masih tampak shock dan menolak diwawancarai. Seusai membuat laporan di Sentra Pelayanan Kepolisian, keduanya langsung dimintai keterangan oleh petugas reserse Unit Perlindungan Perempuan dan Anak di lantai dua mapolrestro.

Ded kepada wartawan mengakui bahwa perbuatannya dilakukan dengan sadar. “Saya melakukannya dengan sadar karena tertarik dengan kedua wanita tersebut,” kata Ded yang pagi itu dia hendak berangkat ke kantor.

Kasus pelecehan di transjakarta sudah beberapa kali terjadi. Tapi, tidak semua korbannya berani atau mau melapor ke polisi karena berbagai pertimbangan, salah satunya kesulitan membuktikan perbuatan pelaku dan tidak ada saksi.

Badan Layanan Umum (BLU) Transjakarta mencoba mengatasi maraknya kasus seperti itu dengan memisahkan antrean penumpang laki-laki dan perempuan di beberapa halte.

KOMPAS.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s