Profil Jenderal Bintang Tiga "Tak Kenal Maka Tak Sayang" Susno Duadji


Profil Jenderal Bintang Tiga “Tak Kenal Maka Tak Sayang” Susno Duadji,

Komjen Pol Drs. Susno Duadji, S.H, M.Sc

Jakarta, (tvOne)

Belakangan ini Indonesia kerap dikejutkan oleh berita – berita yang bahkan tidak diduga sebelumnya. Dari mulai korupsi, penyelewengan kekuasaan, hingga kasus pajak yang berpengaruh terhadap kepercayaan rakyat Indonesia. Salah satu pemetik sumbu yang mengobarkan gejolak tanah air adalah pernyataan – pernyataan yang terlempar dari seorang jenderal bintang tiga yang kita kenal dengan nama Susno Duadji.

Melihat sosoknya yang kerap muncul di layar televisi mungkin membuat kita akrab dengan informasi – informasi rahasia yang satu persatu muncul. Pernahkah kita terpikir, bagaimana sebenarnya riwayat hidup dari mantan Kapolda Jawa Barat ini ? Sebelum mendengarkan gebrakan rahasia dari dia, berikut ini profil Susno Duadji yang dikutip dari halaman resmi blog pribadinya.

Komjen Pol Drs. Susno Duadji, S.H, M.Sc. (lahir di Pagar Alam, Sumatera Selatan, 1 Juli 1954; umur 55 tahun) adalah mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Polri (Kabareskrim Polri) yang menjabat sejak 24 Oktober 2008[1] hingga 24 November 2009 [2]. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Wakil Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dan Kapolda Jawa Barat.

Susno Duadji merupakan lulusan Akabri Kepolisian dan mengenyam berbagai pendidikan antara lain PTIK, S-1 Hukum, S-2 Manajemen, dan Sespati Polri. Ia juga mendapat kursus dan pelatihan di antaranya Senior Investigator of Crime Course (1988), Hostage Negotiation Course (Antiteror) di Universitas Louisiana AS (2000), Studi Perbandingan Sistem Kriminal di Kuala Lumpur Malaysia (2001), Studi Perbandingan Sistem Polisi di Seoul, Korea Selatan (2003), serta Training Anti Money Laundering Counterpart di Washington, DC, AS.

Karir
Lulus dari Akademi Kepolisian 1977, Susno yang menghabiskan sebagian karirnya sebagai perwira polisi lalu lintas, sudah juga mengunjungi 90 negara untuk belajar menguak kasus [[korupsi]]. Karirnya mulai meroket ketika dia dipercaya menjadi Wakapolres Yogyakarta dan berturut-turut setelah itu Kapolres di Maluku Utara, Madiun, dan Malang. Susno mulai ditarik ke Jakarta, ketika ditugaskan menjadi kepala pelaksana hukum di Mabes Polri dan mewakili institusinya membentuk [[KPK]] pada tahun 2003. tahun 2004 dia ditugaskan di Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan ( [[PPATK]] ). Sekitar tiga tahun di PPATK, Susno kemudian dilantik sebagai Kapolda Jabar dan sejak 24 Oktober 2008, dia menjadi Kepala Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri menggantikan Bambang Hendarso

Kode sebutan (”call sign”) Susno sebagai “Truno 3” atau orang nomor tiga paling berpengaruh di Polri setelah Kapolri dan Wakapolri, menjadi populer di masyarakat umum setelah sering disebut-sebut terutama dalam pembahasan kasus kriminalisasi KPK. Meskipun demikian, kode resmi untuk Kabareskrim sesungguhnya adalah “Tribrata 5”, sedangkan Truno 3 adalah kode untuk Direktur III Tipikor (Tindak Pidana Korupsi).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s