Tips Cara Hati Mendeteksi Pasangan Hati (Jodoh)


Tips Cara Hati Mendeteksi Pasangan Hati (Jodoh), Jikalau kita bertanya pada orang tua kita tentang bagaimana sih perasaan yang sebenarnya dikala kita bersua dengan sosok yang kan menjadi pasangan (jodoh) kita, sehingga kita yakin akan perasaan itu bahwa memang dia lah sosok yang kan menjadi pasangan hidup kita. Maka kebanyakan dari orang tua kita kan bilang bahwa kita kan merasa sayang pada sosok itu. Lalu muncul pertanyaan, perasaan sayang yang dimaksud itu seperti apa sih, apakah perasaan jatuh cinta? Dan mereka bilang, bukan sekedar itu. Nah lho, jadi bingung kan.

Dulu saya pernah bertanya-tanya mengenai hal ini, mengingat pada saat remaja dulu, saya relatif mudah jatuh cinta pada perempuan. Cukup dia sosok perempuan tercantik, putih mulus dan diperebutkan banyak cowok, saya biasanya jatuh cinta, apalagi kalau dia smart. Wah wah, ternyata bukan jatuh cinta seperti ini yag dimaksud, ini mah cinta semu belaka, ujung-ujungnya cuma butuh partner mesra-mesraan doang. Hayo ngaku!

Nah, untuk menetralisir hati dari rasa-rasa semu seperti itu, layaknya kita bersihkan dulu hati kita dari virus-virus merah jambu yang merajalela. Niatkan diri bahwa kita sedang mencari pasangan hidup setulus hati. Dan kita ingin menikah dengan segera tanpa harus bermesum ria, menikah untuk menyempurnakan agama.

Ketika hati kita sudah bersih, maka pikiran pun akan jernih. Lalu, dalam perjalanan kehidupan yang sudah dibuka dengan doa, keikhlasan untuk mendapat pun terdawamkan penuh keselarasan. Hingga pada suatu waktu yang tepat, hati kita kan mengisyaratkan kecendrungan, degggggggg. Ah, hati kita terpaut, merasa sayang setulus hati terhadap satu sosok. Rasa sayang ini tidaklah menggebu-gebu, namun ada dan terasa kehadirannya menyelimuti jiwa. Kita mudah membandingkannya dengan rasa semu yang biasa hingap karena pandangan. Ini beda, rasa ini lebih tulus, perasaan tulus untu mengasihi tanpa syarat.

Rasa sayang yang ketara ini kita simpan dalam hati, lalu diadukan pada Sang Pemilik Hati. Benarkah rasa ini tulus dan suci, tanyakan pada-Nya, tanyakan sepenuh hati. Jika rasa sayang ini menumbuhkan keyakinan, maka keikhlasan untuk menerima dan menjadikannya pasangan hidup pun terus tumbuh tanpa paksaan. Ah, di sini saatnya cinta bertasbih, mengagungkan asma-Nya. Dan percayalah, tidak hanya kita yang merasakan hal ini, tapi juga sosok indah di sana, dia merasakan hal yang sama, dia merindukan hal yang sama, menyatu dalam pernikahan yang sakinah.

Keyakinan, kesungguhan dan keikhlasan kan mempermudah jalan kita. Maka segeralah utarakan hal ini. Lelaki berhak melakukannya lebih dulu, karena perempuan terbiasa menyimpan haknya karena rasa malu. Maka, ketika akad nikah telah selesai dibacakan, lalu berbisiklah dengan pelan pada kekasih hati kita, “sayangku, bersyukur aku karena Allah telah menunjukkan kau sebagai jodohku”. Lalu yang lain menjawab, “sayangku, aku jauh lebih bersyukur karena Allah telah mempermudah pertemuan ini, pertautan hati ini.” Lalu ….. eit ingat, siang masih panjang, antrian tamu yang kan bersalaman masih panjang, bersabarlah hingga malam tiba, berpura-puralah kalau kita bisa menahan rasa, hehehe.

Sumber : http://cucuharis.wordpress.com/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s