Perampok Sadis Pembunuh Polisi


Seorang Perampok Sadis Pembunuh Polisi, Dor! Dor! Dor! Dan enam polisi — di tempat yang berbeda-beda — pun roboh di tangan Rahman alias Robin Winaldo Sragih alias Julianto. Robin lantas mengambil pistol korbannya dan menggunakannya untuk kejahatan lainnya: merampok.

“Dia perampok paling sadis,” kata Wakil Direktur I Bareskrim Polri Kombes Pol M Iriawan pada detikcom, Jumat (24/4/2010).

Robin merambah dunia hitam sejak 2005. Aksinya bermula di Sumatera Utara, Jambi, Garut, hingga di tempat kelahirannya di Ngawi, Jawa Timur. Dia tak segan menghabisi korbannya. Sedikitnya nyawa 9 orang melayang setelah ditembusnya dengan peluru panas.

“Dia telah menembak 3 orang sipil dan korban 6 polisi,” ujar Iriawan.

Korban terakhir Robin adalah Briptu Endang Wahyudi. Anggota polisi Polda Jabar ini ditembak pada Februari 2010 saat sedang naik motor.

Peristiwa penembakan dipicu hanya karena Briptu Endang menyenggol kendaraan Robin saat sedang memantau lokasi perampokan di sebuah pom bensin di Samarang, Garut.

“Dia sudah melakukan perampokan 12 kali,” ujar Iriawan.

Robin diciduk polisi pada Rabu (21/4) dini hari. Dia dicokok saat sedang berada di rumahnya di Ngawi, Jawa Timur.

Sumber : Detik
Sumber dari http://kask.us/3933789 oleh yoppi_fatal1ty

Memperbesar Penis Dengan Daun Bungkus Papua, Gagal Jadi Polisi

Posted: 26 Apr 2010 04:43 AM PDT

Penis Anggota Polri Harus Asli

Boyke: Pemuda Papua Gemar Besarkan Penis Pakai Daun Gatal
Ken Yunita – detikNews

Jakarta – Kebanyakan kaum lelaki di Papua ternyata gemar dengan ukuran penis jumbo. Tidak heran jika mereka suka membesarkan alat kelaminnya.

“Iya, memang orang di sana suka membesarkan penisnya,” kata seksolog dr Boyke Dian Nugraha saat berbincang dengan detikcom, Jumat (23/4/2010).

Boyke mengatakan, orang-orang di Papua membesarkan penisnya dengan daun gatal-gatal. Sebagian warga Papua menyebutnya dengan daun bungkus.

“Mereka membungkus penisnya dengan daun itu kemudian jadi besar,” kata Boyke.

Namun, kata Boyke, meski metodenya alamiah tetapi reaksi yang ditimbulkan bukan alamiah. Alat kelamin yang dibungkus daun itu menjadi bengkak seperti tersengat lebah.

“Itu bengkak seperti tersengat tawon gitu,” kata Boyke.

Apakah itu berbahaya? “Itu bahaya banget soalnya banyak yang terkena infeksi dan penisnya sampai bernanah,” kata Boyke.

Sebelumnya Kapolda Papua Irjen Pol Bekto Suprapto mengatakan, seseorang calon taruna bisa gagal menjadi polisi hanya gara-gara dirinya memperbesar alat kelaminnya.

Bekto pun berpesan kepada seluruh Bupati/Walikota di Papua, untuk memperhatikan hal tersebut. Dia menekankan faktor kesehatan tetap menjadi pertimbangan utama yang tak bisa ditawar untuk menjadi anggota Polri. (ken/lh)

Update nya

Penis Anggota Polri Harus Asli
Banyak Anggota TNI dan Polri di Papua Jadi Korban Pembesaran Penis
Ken Yunita – detikNews

Foto: Dokumen detikcom
Jakarta – Cara memperbesar penis dengan daun gatal-gatal atau daun bungkus sungguh berbahaya. Selain bengkak, alat kelamin bisa bernanah. Banyak anggota Polri dan TNI di Papua yang menjadi korban efek samping daun tersebut.

“Banyak anggota polisi dan tentara yang jadi pasien gara-gara itu,” kata seksolog dr Boyke Dian Nugraha saat berbincang dengan detikcom, Jumat (23/4/2010).

Sebelumnya Boyke mengatakan, para pemuda di Papua memperbesar ukuran penis dengan daun gatal-gatal. Sebagian warga Papua menyebutnya dengan daun bungkus. Reaksi yang ditimbulkan, penis mereka akan bengkak seperti tersengat lebah.

Memperbesar dengan cara itu juga bisa menyebabkan penis alergi dan bernanah. Boyke mendukung larangan itu diterapkan dalam rekruitman calon anggota Polri.

Sebelumnya Kapolda Papua Irjen Pol Bekto Suprapto mengatakan, seseorang calon taruna bisa gagal menjadi polisi hanya gara-gara dirinya memperbesar alat kelaminnya.

Bekto pun berpesan kepada seluruh Bupati/Walikota di Papua, untuk memperhatikan hal tersebut. Faktor kesehatan tetap menjadi pertimbangan utama yang tak bisa ditawar untuk menjadi anggota Polri.

Source : http://www.detik.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s