Malam Pertamaku Berantakan Gara-gara Alergi Sperma


Malam Pertamaku Berantakan Gara-gara Alergi Sperma , Wah Sunngguh Mengenaskan

Sebelum resmi menikah, Mike dan Julie biasa berhubungan intim selama 2 tahun dengan memakai kondom. Ketika resmi dinyatakan sebagai suami istri malamnya mereka memutuskan untuk bercinta pertama kali tanpa memakai kondom, tapi yang terjadi malah berantakan.

Mike (27 tahun) dan Julie (26 tahun) asal Ambridge, Pennsylvania, mulai berkencan sejak di universitas dan terlibat hubungan percintaan selama dua tahun yang kemudian dikukuhkan ke jenjang pernikahan pada tahun 2005.”Sebelumnya kami sangat berhati-hati dan selalu menggunakan pelindung, tapi kali ini tidak. Kami pikir, kami sudah resmi menikah dan bisa hamil,” ujar Julie seperti dilansir dari dailymail, Senin (9/11/2009).Namun malam pertama yang mereka jalani tak seindah kisah pengantin baru lainnya.

Julie merasakan ada sesuatu yang tidak beres di alat kemaluannya ketika bersenggama. Julie merasakan sakit yang luar biasa.”Rasa sakitnya seperti tertusuk jarum dan terbakar. Itu benar-benar menakutkan,” kata Julie.Rasa sakit luar biasa dan serasa terbakar itu membuat kemaluannya lecet yang berlangsung selama berminggu-minggu.

“Pada skala satu sampai sepuluh, itu nilai sakitnya sepuluh,” kata Julie menggambarkan rasa sakit itu.Setelah melakukan berbagai tes dan kunjungan dokter, pasangan itu akhirnya mengetahui Julie menderita sakit yang dinamakan seminal plasma hypersensitivity. Dr Andrew Goldstein mengatakan penyakit ini membuat tubuh wanita mengenali sperma sebagai protein asing. Ini seperti alergi kacang atau serbuk sari yang membuat bengkak, gatal dan terjadi peradangan pada ujung saraf. Rencana Julie dan Mike untuk memiliki anak sendiri pun hancur karena Julie sangat alergi terhadap sperma Mike.

Setelah pengobatan yang dilakukan gagal keduanya akhirnya memutuskan untuk memulai melakukan adopsi. Mike dan Julie hanya bisa melakukan hubungan intim dengan memakai kondom.Kasus seminal plasma hypersensitivity ini sangat tidak lazim dan jarang terjadi, banyak dokter yang salah mendiagnosa dan menyatakannya sebagai kelainan vagina bahkan penyakit kelamin menular atau STDs (Sexually Transmitted Diseases).Pasien yang ingin punya anak terpaksa menggunakan bantuan reproduksi dengan melakukan teknik pembersihan sperma dari cairannya, lalu dilakukan inseminasi buatan.Ada banyak cara untuk tetap bisa melakukan seks dengan penderita alergi tersebut.

Salah satu cara paling aman dan mudah adalah dengan memakai kondom yang bisa menahan sperma tidak keluar dan mengenai istri Anda yang alergi.Kasus Julie ini merupakan salah satu penyakit seks langka. Kisah Julie ditayangkan dalam dokumenter Discovery Health dalam program bertajuk Strange Sex.

Sumber : http://clikalfajri.blogspot.com/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s