Inilah Letusan Gunung Tambora Belum Terkalahkan (1)


Inilah Letusan Gunung Tambora Belum Terkalahkan (1),Pada 10-11 April 1815, gunung Tambora di Sumbawa meletus dan menimbulkan petaka hingga Eropa. Bersama dengan Krakatau dan Toba , Indonesia memiliki sejarah panjang letusan dahsyat.

gunung Tambora
(IST)

Letusan Tambora merupakan yang paling dahsyat dan menyebabkan 92.000 orang korban jiwa. Letusan itu mengirim debu hingga ribuan mil jauhnya dan membawa dampak besar bagi sejarah Eropa.

Kelaparan, penyakit, dan kemiskinan menyebar di sepanjang Eropa dan wilayah utara Amerika merupakan salah satu dampaknya. Sementara Italia mendapatkan salju merah secara teratur yang disebabkan oleh abu vulkanis. Lukisan dramatis matahari terbenam juga muncul di periode itu dan menjadi tambahan dampak dari letusan itu.

Gunung Tambora yang mendominasi ujung utara Pulau Sumbawa, merupakan salah satu mata rantai pulau vulkanis di sepanjang Papua Nugini hingga Sumatera. Keseluruhan rantai ini merupakan gunung yang aktif secara geologi dan mendapat tekanan intens dari patahan di sepanjang tenggara China bergerak ke struktur timur laut India.

Ini sama seperti gerakan tektonik yang menyebabkan gempa bumi hingga menyebabkan tsunami Aceh pada 2004. Ketika Tambora meletus, ledakan yang ditimbulkannya merupakan yang paling merusak di sepanjang sejarah, paling tidak dalam kurun 10 ribu tahun.

Bagian yang diwariskan dari letusan tersebut adalah gambar menakjubkan dari matahari terbenam berwarna merah di sungai Thames oleh artis seperti JMW Turner, di mana lukisan seperti itu akhirnya melahirkan seni impresionis.

Kejadian ini menjadikan pendinginan global. Bahkan tahun selanjutnya 1816, disebut sebagai “tahun tanpa musim panas”, di mana salju terus muncul di sepanjang Juni, Juli, bahkan Agustus.

Kebanyakan tanaman terus berguguran di beberapa bagian Eropa dan ribuan orang meninggal. Sebelumnya tidak ada yang mengaitkan perubahan cuaca ini dengan Tambora. Masyarakat menjadi marah, setidaknya di Massachusetts yang sempat ditujukan kepada Ben Franklin. Ia bereksperimen dengan menarik petir melalui kabel yang dikaitkan dengan layang-layang.

Proses ini begitu populer karena diperkirakan membuat beberapa lubang di langit sehingga membuat masuknya benda-benda beku ke dalam atmosfir yang lebih rendah.

Ledakan di gunung Karakatau pada 1883 menjadi yang kedua paling terkenal dalam sejarah, setelah salah satunya yang mengubur kota Pompeii. Letusan Krakatau terkenal karena peristiwa itu berhasil di dokumentasikan.

Letusan Krakatau tidak sebesar Tambora karena semburannya diperkirakan sekitar 20 kilometer kubik. Sementara Tambora lebih dari 150 kilometer kubik. Letusan Tambora juga tidak membunuh begitu banyak orang, namun kedua terbesar dalam sejarah di mana menyebabkan pendinginan cuaca secara global selama beberapa bulan.

Pasir dan debu serta gas belerang dioksida melayang tinggi hingga bagian stratosfir, menyebar sepanjang jalur ekuator selama 2 minggu. Sulfur belerang yang bergabung dengan air membentuk asam sulfat aerosol merefleksikan sinar matahari sehingga menurunkan suhu hingga 4 derajat Celcius selama beberapa bulan setelahnya.

Menurut ahli geologi ITB Rudi Rubyandini kejadian Tambora itu memiliki kemiripan dengan letusan di Islandia beberapa waktu lalu. “Ini sebenarnya agak mirip karena debu melayang tertiup angin secara global. Menjadi begitu parah di Eropa karena memang pada dasarnya kawasan mereka kan sedikit terkena cahaya matahari,” katanya.

Ia menambahkan karena debu menempel di atmosfir lebih lama, sehingga menghalangi sinar matahari kemudian menyebabkan tumbuhan ikut mati. Namun bedanya Islandia hanya beberapa minggu, sedangkan dampak letusan Tambora hingga berbulan-bulan.

“Makanya waktu itu sampai terjadi krisis kentang di Eropa,” ujar Rudi. Lalu apakah letus dahsyat Gunung Tambora bisa terulang lagi? Para ilmuwan menyatakan kemungkinan itu masih tetap ada.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s